Cerita Dari Jepang, Salah Satu bagian Indah Dari Negara Matahari Terbit

 


Berbicara tentang Jepang, negara kepulauan di Asia Timur yang terletak di ujung barat Samudra Pasifik dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, dan Rusia ini, terkenal dengan rakyatnya yang tertib dan teratur. 


Sobat Gudang Infomasi cerita tentang ketertiban dan keteraturan masyarakat Jepang bukan isapan jempol belaka. Ketertiban dan keteraturan itu di ceritakan oleh sahabat kita Miyosi Arifiensyah yang berkesempqtan menjelajahi Jepang bersama keluarga kecilnya,  pengalaman tersebut dia bagikan di website pribadinya Rumah Miyosi.



Menikmati Sore di Osaka


Setelah duduk manis di Shinkansen Nozomi dari Tokyo selama kurang lebih 2,5 - 3 jam, akhirnya kami sampai juga di Stasiun Shin-Osaka. Tujuan selanjutnya adalah penginapan (yang alhamdulillah banget saat itu dapat diskon gede-gedean). 


Namun untuk menuju ke sana, kami masih harus naik kereta Midosuji Line ke Stasiun Yodoyabashi. Enggak lama kok, hanya melewati tiga stasiun saja (Nishinakajima-Minamigata, Nakatsu, & Umeda) atau sekitar 10 menit. 


Untuk bayar, tidak perlu beli IC Card baru karena menggunakan PASMO pun bisa. Yang penting, saldonya ada. Perjalanan tentu saja belum berakhir karena kami masih harus jalan kaki sekitar 0,5 km untuk sampai tempat menginap. Alhamdulillah, Taka enggak rewel. 


Dia kerap bilang, "Bunda, ini adventure!" Kondisi sekitar yang super nyaman adalah jawaban kenapa jalan pun enggak berasa. Alasan lain tak bisa dimungkiri karena saat itu suhu udara sudah mulai sejuk, sudah masuk awal musim gugur. 

 

Bermodalkan GMaps serta penunjuk arah super jelas, kami cuz dari Stasiun Yodoyabashi ke penginapan. Dalam perjalanannya, tentu saja enggak sekadar jalan, melainkan juga menikmati setiap sisinya serta mengabadikannya. 


Ini adalah kunjungan kedua kami ke daerah Kansai. Sebelumnya, kami pernah ke Kyoto di awal Maret. Namun kalau Osaka, ini memang baru pertama kalinya.


Hari sebenarnya masih belum terlalu sore ketika kami sampai di Stasiun Umeda. Namun karena sudah mulai masuk musim gugur, suasananya jadi lebih sendu jika dibandingkan dengan musim panas. Hal tersebut tentu saja menguntungkan orang-orang seperti kami, yang jalan-jalan sembari bawa barang-barang. 

 

Tentu saja, kami tak menyia-nyiakan momen tersebut. Sembari jalan menuju penginapan, kami mampir ke beberapa tempat yang cukup ikonik.

 

Sebut saja, Osaka City Central Public Hall. Kami hanya berfoto di luarnya saja karena sudah tutup (efek pandemi jadi tutup lebih awal). Jalanan sekitarnya juga sedang direnovasi jadi harus hati-hati.


Kemudian, The Museum of Oriental Ceramics. Sama dengan sebelumnya. Kami tidak masuk karena sudah tutup. 


Menikmati sore di Osaka membuatku untuk kesekian kalinya membuktikan kalau kebersihan seolah sudah mendarah daging bagi masyarakat Jepang. Kebersihan seolah tidak hanya milik daerah tertentu saja, tapi semua. Di Kansai ini misalnya, kesan pertamaku sama: BERSIH. Salut, deh. Enak ya kalau yang sadar akan kebersihan enggak hanya segelintir orang saja. 

 

Puas ngiter dari pagi (mulai dari Tsukuba) hingga sore (sampai Osaka), apakah kemudian membuat kami otomatis leha-leha jaya di kamar hotel malam harinya? Tentu saja tidak. 

 

*****


Kawan-kawan ingin tahu lebih banyak  tentang keseruan Jepang dari cerita Miyosi sebelum kalian sendiri berangkat ke sana, segera saja simak pengalamannya di website pribadi Miyosi, Rumah Miyosi.


Salam

Posting Komentar untuk "Cerita Dari Jepang, Salah Satu bagian Indah Dari Negara Matahari Terbit"