Cara Mencari Editor yang Tepat untuk Buku Yang Kita Tulis Sebelum Publish

 


Kenapa Kita Perlu Editor?


Menulis buku bukanlah tugas yang mudah dan juga bukan hal yang sederhana. Pekerjaan ini membutuhkan dedikasi dan ketekunan yang besar. 


Sayangnya, ada banyak calon penulis dan penulis baru di luar sana yang dengan yakin kalau mereka sudah menjadi penulis, mereka berkeyakinan menulis hanya sekedar menyambungkan kata-kata.


Bagi mereka apalagi menulis di platform online, tidak peduli bagaimana tulisan yang mereka tulis, apakah sesuai kaidah atau tidak itu bukan masalah, selama banyak yang baca.


Dan juga kalau kita mau lihat sekarang ini, sangat banyak promosi buku di media sosial yang ditulis oleh beberapa penulis, baik di tayangkan pada platform online maupun di cetak menjadi buku secara self publishing. 


Dari sekian banyak buku itu, kita akan dengan mudah menemukan buku-buku yang tidak pernah mendapat sentuhan dari editor atau bahkan korektor. 


Sobat Gudang Informasi, coba perhatikan beberapa halaman pertama pada buku-buku tersebut dan baca dengan  seksama, kita akan segera tahu apakah buku itu telah diedit atau tidak.


Mayoritas penulis cenderung melihat apa yang mereka pikir mereka tulis, dari pada apa yang sebenarnya ingin mereka sampaikan.


Ada Berapa Jenis Editor?


Sebelum melanjutkan artikel ini, aku ingin mengajak kawan-kawan semua mengetahui beberapa jenis editor:


Developmental Editing : Editor semacam ini seperti analis cerita pribadi untuk kita. Dia akan memberi tahu kita tentang plot hole atau inkonsistensi dalam cerita kita. Mereka akan memberi tahu kita jika kita telah menyimpang dari alur semestinya, dan banyak kata-kata yang tidak berguna di suatu bagian atau jika adegan tertentu perlu disempurnakan dan diperdalam lebih lanjut.


Line Editing : editor ini memberikan evaluasi yang lebih detail, baris demi baris naskah. Hal-hal seperti nada, tokoh, dan alur cerita menjadi fokusnya. Tanda baca, ejaan, dan tata bahasa bukanlah fokus di sini, tetapi beberapa editor juga akan memberikan saran di area ini.


Copy Editing: editor ini berfokus hampir sepenuhnya terfokus pada tanda baca, ejaan, tata bahasa, dan penggunaan kata yang tepat. Beberapa editor kadang mempunyai cara berbeda daripada yang lain. 


Proofreading: Editor ini merupakan pembacaan akhir naskah untuk menemukan kesalahan ketik yang terlewat atau tanda baca yang salah tempat. Beberapa penulis kadang menggunakan pemeriksa ejaan otomatis, tapi lebih baik menemukan kesalahan seperti itu secara manual sebelum karya dipublikasi, daripada nanti pembaca yang memberi tahu.


Full Package Editing : Beberapa editor mungkin menawarkan semua hal di atas dalam satu paket dengan satu harga tertentu. Meski banyak yang lebih menonjolkan spesialis tertentu.


Bagaimana Memilih Editor?


Langkah pertama kita dalam memilih editor adalah mencari rekomendasi dari orang yang pernah menggunakan jasa editor tersebut. Orang-orang yang pernah menggunakan jasa  seorang editor dan puas dengan kinerjanya  biasanya tidak akan ragu untuk membagikan pengalamannya kepada kita.


Yang kedua, lihat dedikasi dan integritas editor, meskipun kalian mungkin lebih mempercayai editor yang memiliki satu atau dua gelar sarjana karena terlihat berkelas, tapi gelar bukan semuanya, gelar hanya indikasi jika orang tersebut pernah belajar di sebuah universitas. Namun dalam pekerjaan ini faktor yang penting di tentukan oleh tingkat dedikasi mereka terhadap pekerjaan atau integritas mereka dalam melakukan tugasnya.


Yang Selanjutnya, jangan pernah meminta penawaran harga lebih dahulu sampai editor memiliki melihat kualitas kualitas naskah kita. Hal Ini memungkinkan editor untuk mengevaluasi tulisan kita dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeditnya. Sebagian besar editor akan melakukan pengeditan sebagai contoh satu atau dua ribu kata secara gratis baru kemudian membuat kesepakatan kerja. 


Perlu diingat, kita biasanya mendapatkan hasil dari apa yang kita bayar. Dan ingat satu hal, yang paling mahal mungkin tidak lebih baik daripada yang lebih murah. 


Yang lebih murah kemungkinan mengenakan biaya seperti itu karena alasan yang bagus. Sementara yang mahal kemungkinan besar memainkan peluang, mengandalkan persentase kepercayaan orang-orang  yan bahwa yang paling mahal selalu yang terbaik.


Saran Buat Rekan Penulis


Sobat Gudang Informasi, beberapa penulis mungkin cukup beruntung memiliki teman dekat atau saudara yang memenuhi syarat untuk mengedit secara gratis, atau dengan imbalan sesuatu yang lain. 


Bagaimanapun, aku sebagai penulis mendorong kawan-kawan untuk tidak melewatkan langkah penting menemukan editor ini dalam pengembangan buku yang kalian buat untuk lebih mantap kedepannya. Salam

Posting Komentar untuk "Cara Mencari Editor yang Tepat untuk Buku Yang Kita Tulis Sebelum Publish"