Buku Sastra, Rokok Dan Kopi sastra terbaru 2022


Buku Sastra


Berbicara tentang menulis sebenarnya sya sudah menyukai dunia tulis menulis semenjak SMA, pada waktu itu aku sangat bersemangat jika bertemu dan membaca buku sastra.


Selain cerpen buku-buku sastra yang paling aku sukai yakni buku puisi, berbagai macam buku puisi aku mencoba menemukannya dan membacanya.


Pada awalnya aku tertarik dengan tulisan-tulisan Chairil Anwar, aku dapat merasakan semangat menggebu-gebu dari Chairil dalam menjalani kehidupannya di dunia sastra.


Seiring berlalunya waktu aku membaca juga buku-buku sastra yang lain dari penulis-penulis besar, WS. Rendra, Taufik Ismail, Agus R Sarjono, Cecep Samsul Hari, Soni Farid Maulana, dan sederet penulis lainnya.


Membaca tulisan-tulisan mereka membuat aku semakin bersemangat dengan dunia sastra, dan puisi mampu memikatku dengan cara yang sangat sexy, tapi waktu itu aku hanya sebatas membaca belum berani menulis, walau sangat banyak ide-ide bermunculan.



Rokok Dan Kopi


Setelah lulus SMA aku seperti kebanyakan pemuda di tempat asalku, ikut-ikutan juga untuk merantau ke Jakarta, mencari kehidupan dan pekerjaan.


Sekian lama menggeluti kehidupan di Jakarta, secara tidak sengaja aku bertemu dengan suatu komunitas yang mengkhususkan pada puisi, ada dua komunitas pada waktu itu, Komunitas Bunga Matahari yang di gagas Anya Rompas (maaf kalau salah penulisan) dan Komunita Puisi Jakarta (Digagas oleh Efri Tsaqif).


Dari dua komunitas ini akhirnya membangkitkan lagi kesukaanku pada puisi yang lama terkuburkan karena menjalani rutinitas kehidupan setelah sekolah.


Akhirnya pada tahun 2005 aku mulai menuliskan puisi-puisiku pada buku catatan, satu tahun aku menulis puisi di buku catatan entah berapa buku yang sudah penuh oleh puisiku (walau pada akhirnya buku-buku ini hilang entah kemana dan separuhnya lagi harus aku bakar).


Pada Tahun 2006 aku mulai coba-coba mengirimkan puisiku pada beberapa media, dan beberapa berhasil dimuat, walau arsipnya sangat di sayangkan tidak ada yang aku simpan. Selain dimuat di sejumlah media cetak, ada juga yang dimuat di media cyber.


Mendapati puisiku dimuat dibeberapa media hal ini menjadikan semangatku menulis semakin menggebu-gebu. Selain rutinitas bekerja pada salah satu perusahaan swasta, malamnya aku akan menjelajahi Jakarta mencari acara dan kegiatan sastra.


Pada saat ini teman setia hanyalah rokok dan kopi, sembari bermalam-malam mengurangi jam tidur untuk menulis puisi demi Puisi.



Kenikmatan Berpuisi Di Panggung


Setelah perjalanan sekian lama dalam menulis, tapi pada masa itu aku baru asik menulis belum berani untuk membacakan puisi di panggung.


Sampai Akhirnya ketika acara Bunga Matahari di Cafe Aulait-Cikini, Jakarta, aku memberanikan diri untuk membaca puisi, hal ini ternyata membuatku menemukan keasikan tersendiri, Kemudian pada 17 agustus aku lupa tahunnya, atas bantuan seorang penyair senior, Mas Kusnia Effrndi (Salam hormat guru) aku naik panggung membacakan puisi di Taman Ismail Marzuki Jakarta.


Dari sana aku bersama seorang kawan penyair Indonesia, Nana Sastrawan berkelana dari panggung ke panggung puisi. 



Apa Dan Siapa Penyair Indonesia


Kelahiran bayi pertama buku pusisiku merupakan buku Natologi bersama dengan kawan-kawan di Komunitas Sekolah Kehidupan dengan judul Menggenggam Cahaya tahun 2008, kemudian dilanjutkan dengan buku-bukuku yang lain.


Buku tunggal puisiku pertamaku berjudul Ornamen Kesunyian tahun 2010 diterbitkan oleh penerbitan Bisnis2030, Dilanjutkan buku tunggal selanjutnya oleh penerbit Hasfa Arias yang berjudul Mata Yolla tahun 2011, dan pada tahun yang sama bersama kawan-kawan dari Musi Banyuasin menerbitkan satu judul juga Perahu Kelebu pada tahun yang sama di ikuti Buku Festival bulan purnama majapahit yang di terbitkan Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto tahun 2010 dan buku berjudul G30S yang terbit pada tahun yang sama.


Setelah itu pada tahun-tahun selanjutnya beberapa buku bersama kawan-kawan juga  tebit diantaranya, Buku yang terbit pada waktu Pertemuan Penyair Nusantara Ke V di Palembang, sebuah buku dengan judul Akulah Musi yang terbit tahun 2011, buku ini memuat karya penyair dari 5 negara yaitu: Indonesia, Singapore, Malaysia, Brunei Darusalam dan Thailand. Kemudian buku bersama kawan-kawan yang berjudul Aku Tidak Lahir Dari Batu, yang diterbitkan oleh Penerbit Sastra Welang Publisher tahun 2012


Kemudian pada tahun 2013 buku berjudul Munajat Tugu Bundaran yang di tulis bersama kawan-kawan dari Kabupaten Musi Banyuasin juga terbit oleh penerbit Digna Pustaka. Setelah itu aku cukup lama vakum menulis, dan pada tahun 2017 aku mendapat kabar dari kawan-kawan kalau namaku tercatat dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang di terbitkan oleh Yayasan Hari Puisi.


Beberapa buku budaya dan kesenian lokal Musi Banyuasin yang aku tulis bersama beberapa teman di terbitkan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Musi Banyuasin yang diantaranya Makom Karomah Puyang-Puyang dan Sastra Lisan Musi Banyuasin


 

Nama Pena dan Platform Online


Cukup lama aku tidak berproses dalam menulis sebelum kemaudian aku menekuni menulis di Platform Online, Kalau pada awal menulis puisi aku cenderung memakai nama Yoyong Amilin, awal terjun Ke platform online aku memakai nama Yoga Labu setelah itu mengganti nama pena dengan Bimakai sampai sekarang ini.


Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi catatan ini sekedar mengingatkan kita Semua jika dalam suatu pekerjaan yang kita butuhkan hanya konsisten dan fokus.




Buku-Buku Yang mencatat namaku.


Diantara Buku-Buku yang mencatat namaku baik sebagai Yoyong AMilin, Bima kai atau sebagai Yoga Labu aku buat di Bawah ini:


1. Menggenggam Cahaya (2008)

Penulis : Komunitas Sekolah Kehidupan 

Cetakan : Pertama, Juli 2008

Penerbit : Sekolah Kehidupan Publishing


Buku yang merangkum 19 kisah inspiratif dan 31 puisi yang ditulis oleh

sebagian besar anggota komunitas Sekolah kehidupan,  merupakan salah satur uang untuk mengambil hikmah-hikmah yang tersembunyi dalam setiap peristiwa

kehidupan dan mengambil pelajaran daripadanya.


2. Ornamen Kesunyian (2010)

Tebal: 84 Halaman

Penerbit: Bisnis2030

ISBN: 13 9786028543576 


Launcaing dan diskusi buku ini pada hari Sabtu   24 Juli 2010, Tempat: Cafe Jambrodoe Galeri Nasional, Seberang Stasiun Gambir, buku ini di bahas oleh Redaktur Majalah Horison Jamal D Rahman.


3. G 30 S (2010)

Penerbit : Soko Buku

Tebal : 188 Halaman

ISBN : 978 – 979 – 18081 – 6 – 3


Buku ini merupakan buku yang penjualannya seluruhnya disumbangkan untuk gempa padang, sebagai sumbangsih kecil dalam membantu kawan-kawan yang tertimpa musibah.



4   Mata Yolla (2011)


Penerbit: Hasfa Arias 

ISBN: 978-602-98738-5-6


"Mistisisme sajak-sajak pendek terletak pada cara menggoreskan kuas seperti satu tebasan pedang. Tajam. Mengena. Dan tidak pernah mengizinkan satu kata pun terbuang percuma. Yoyong Amilin bolehlah dikedepankan sebagai penyair muda yang menempuh jalan ini." (Pringadi Abdi Surya – Penyair)



5    Perauh Kelebu (2011)


Penerbit : Hasfa Arias

Buku ini di tulis bersama kawan-kawan penyair dari Kabupaten Musi Banyuasin dan Penggiat Sastra Di Kabupaten Musi Banyiuasin.



6     Karena Aku Tidak Lahir Dari Batu (2012)

(Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )

Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang

Desain Sampul : Eko Bayu Saputra

Tata Letak : Yayan Triyansyah

Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang

ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

Buku ini adalah  wujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang. 



 7     Munajat Tugu bundaran (2013)

Penerbit : Digna Pustaka

BUku  Munajat Tugu Bundaran merupakan Antologi Puisi yang merangkum  karya para penyair Musi Banyuasin



8.     Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan (2010)

Editor:Suyitno Ethexs

Kurator: Chamim Kohari-Saiful Bakri-Umi Salama

Desain cover:warung grafis indonesia

Layout: kang madrim

Cetakan pertama: Oktober 2010

ISBN: 978-602-97907-0-2

Tebal: 829 + xxxviii halaman

Penerbit: Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto



9.     Akulah Musi (2011)


  Kumpulan Pusisi penyair pada Pertemuan Penyair Nusantara V. Buku ini diterbitkan oleh Dewan Kesenian Sumatera Selatan, dengan memuat Puisi sebanyak 300 puisi yang ditulis 174 penyair dari 5 negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam dan Thailand



10    Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017)

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi, Jakarta pada tahun 2017 ini memuat namaku di dalamnya, entah karena apa aku dimasukan kedalam salah satu penyair di dalam buku ini. Ini merupakan sebuah prestasi yang membuat terharu karena namaku tercatat di dalamnya bersama sederet penyair top Indonesia.


11    Perjamuan Perempuan Tanah Garam (2021)

    Buku ini diterbitkan oleh Mbludus.com di dalam buku ini memuat beberapa puisi pendekku yang sebelumnya pernah tayang di majalah Mbludus. Buku puisi ini memuat puisi yang di terbitkan majalah Mbludus dari tahun 2019 – 2020 kebetulan pada periode itu ada beberapa puisiku dimuat di majalah itu.



Buku-Buku Di Platform Online


1 Kesatria Naga Hitam



2. Intel Ganteng Titisan Naga



3. Pendekar Kuntau

4. Paranormal Cantik



5. Tapak Malaikat




6. Perahu Lapuk Di Tengah Gelombang




7. Pendekar Kujur Pelangi






2 komentar untuk "Buku Sastra, Rokok Dan Kopi sastra terbaru 2022"