10 Tempat Wisata Pilihan Yang Ada Di Dalam Kota Medan

Medan adalah ibu kota provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya serta kota terbesar di luar pulau Jawa. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. 


Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Jika berkunjung ke kota ini mungkin sobat Gudang Informasi bertanya wisata kota medan di mana letaknya. Berikut kami sajikan 10 tempat wisata pilihan yang ada di dalam kota medan.



1 Gedung Balai Kota


Bangunan ini dulunya bernama Gemeentehuis, yang merupakan kantor Walikota Medan pertama, yang pada masa itu wali kotanya bernama Baron Daniel Mackay saat pemerintahan Hindia- Belanda. Gedung ini dibangun tahun 1908 oleh biro arsitek Hulswit. Pada tahun 1913 direnovasi dan ditambahkan jam dinding besar pada bagian atas bangunan yang merupakan sumbangan dari Tjong A Fie. Jam dinding yang merupakan buatan Firma Van Bergen di Hialigerlee (Belanda) ini dulu mengeluarkan bunyi di setiap jamnya.



2 Istana Maimun


Istanah Maimun merupakan istanah Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan. Istanah ini terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun. Istanah ini di desain oleh arsitek Capt. Theodoor Van Erp atas perintah Sultan Deli, Sultan Ma’moen Al Rasyid.


Istanah yang dibangun dari tahun 1888 – 1891 ini memiliki luas 2.772 M2 dan 30 ruangan. Bangunan yang menghadap kearah Masjid Al-Mashun atau Masjid Raya Medan ini terdiri dari 2 lantai dan 3 bagian yakitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.



3 Kantor Pos Medan


Kantor pos yang pertama kali beroperasi  pada tahun 1911 ini, terletak di pusat kota Medan, tepatnya di seberang Lapangan Merdeka dan Hotel Dharma Deli. Di depannya terdapat air mancur yang didedikasikan pada salah seorang pionir kota Medan modern, Jacob Nienhuys.


Tidak jauh dari Kantor Pos Medan, ada pula pusat kuliner Merdeka Walk yang populer. Gaya arsitektur Belanda yang masih kental, mirip dengan gaya arsitektur jembatan Titi Gantung di dekat stasiun, masih dipertahankan hingga sekarang.



4 Kantor Lonsum


Kantor Lonsum merupakan bangunan peninggalan zaman kolonial. Gedung ini dibangun dengan lima lantai dan di seluruh bagian gedungnya berwarna putih. 


Gedung ini dibangun dengan konsep arsitektur gaya Eropa dan gaya rumah-rumah yang ada di London pada masa abad ke-18 dan ke-19. Gaya arsitektur kolonial Belanda terlihat dari bentuk jendela panjang dan lebar serta tiang-tiang tangga besar yang ada di depan pintu masuk.



5 Menara Air Tirtanadi


Bangunan ini didirikan pada tahun 1908, oleh pemerintah Belanda ini merupakan salah satu ikon kota Medan. Tempat ini dibangun sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Medan. 


Banguna  yang sekarang dimiliki oleh PDAM Tirtanadi, terletak di persimpangan Jl. Sisingamangaraja 1. Tinggi menara ini 42 meter dan berat 330 ton.  Selain gaya arsitek bangunannya yang unik, menara ini juga menyimpan sejarah dari zaman kolonial Belanda. 



6 Hotel Dharma Deli


Hotel yang bernama  Grand Inna Dharma Deli merupakan salah satu hotel peninggalan zaman Hindia Belanda dan menjadi salah satu Heritage yang ada di Kota Medan.  Hotel yang pada masa kolonial belanda bernama Hotel De Boer pernah dihuni oleh tamu-tamu kehormatan pemerintah Belanda dan artis-artis Barat yang terkenal, di antaranya Raja Leopold II dari Belgia dan mata-mata yang terkenal yaitu Mata Hari.


Bangunan Hotel sama sekali tidak ada perubahan dalam bentuk Arsitektur, tapi hanya pengecatan dan penggantian keramik lantai yang mulai rusak, akan tetapi kesan bangunan tempo dulu masih di pertahankan dengan baik. 



7 Situs Kota Cina


Situs Kota China merupakan situs arkeologi yang terletak di tepi danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Situs Kota China di Medan Marelan telah diketahui sejak tahun 1970-an.

Namun jejak sejarahnya mulai terkuak sejak ditemukanya sebuah arca kuno pada tahun 1986 yaitu pada saat pembangunan jalan Tol Belmera. Kota China adalah kerajaan yang makmur dan terdapat bandar internasional yang dihuni para imigran asal Tiongkok. Pada umumnya, bangsa Tiongkok datang dengan latar belakang keinginan untuk mencari peruntungan hidup lebih baik dari tempat asalnya dengan melakukan bisnis perdagangan.



8 Stasiun Kereta Api Labuhan


Stasiun Labuan (LBU) merupakan stasiun kereta api barang kelas II yang terletak di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2,30 m ini termasuk dalam Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh.


Stasiun ini memiliki 2 jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Sekitar satu kilometer ke arah utara stasiun, terdapat percabangan menuju Depot Pertamina Labuan. Di stasiun ini pulalah, rangkaian ketel BBM yang baru diisi dari Depot Pertamina diistirahatkan dulu sebelum ditarik ke Stasiun Medan.



9 Tugu Guru Patimpus


Tugu ini berada di Jalan Guru Patimpus Medan. Sejak berdiri tugu ini menjadi lokasi kunjungan wajib para komunitas dan tempat rekreasi alternatif keluarga disaat libur. Di sisi kiri kanan tugu ada ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk duduk sembari menikmati gemericik air mancur, selain itu banyak yang bisa dilakukan di sini apalagi siang hingga malam hari diseputar tugu banyak kuliner mengundang selera.


Tugu ini menyimpan sejarah panjang tentang awal berdirinya Kuta Madan. Kuta artinya kampung dan Madan dapat diartikan secara luas adalah sehat, sembuh, nyaman, aman dan damai. Lalu karena perubahan artikulasi “Kuta Madan” diucapkan menjadi Kota Medan. Sejarah mencatat Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai Pendiri Kuta Madan yang kita kenal sebagai Kota Medan saat ini.



10 Tugu Ahmad Yani


Taman Ahmad Yani Medan adalah salah satu taman terbuka yang bisa menjadi destinasi berwisata karena terletak tidak jauh dari pusat kota. Di bagian tengah taman terdapat sebuah monumen patung pahlawan nasional Ahmad Yani. Sehingga nama taman disesuaikan dengan nama patung tersebut.


Tugu ini mempunyai tinggi 11 meter menggambarkan seorang Jenderal Ahmad Yani yang menoleh ke arah kiri. Dimana bagian tangannya menunjuk ke arah kanan menyimpan filosofi mengajak ke arah perbaikan. Hal tersebut menyiratkan makna seruan kepada kaum garis kiri agar berpindah haluan ke kaum kanan.


Lokasi taman yang cukup strategis dan merupakan ruang terbuka hijau dengan suasana nyaman nan asri, sehingga ramai dikunjungi oleh pengunjung pada sore hari melepas lelah dari rutinitas maupun destinasi rekreasi dan berolah raga.


Taman Ahmad Yani ini ini terletak di Jalan Imam Bonjol, Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Berada pada kawasan strategis di tengah kota Medan dengan akses mudah dan tidak terlalu susah. Berbagai fasilitas dan daya tarik yang dapat dinikmati pengunjung di Taman Ahmad Yani ini, seperti sarana bermain bagi anak-anak. Dimana terdapat permainan perosotan, ayunan, serta jungkat-jungkit yang dapat dimainkan untuk menambah keseruan berlibur.



Sobat Gudang Informasi demikian 10 tempat wisata yang ada di dalam Kota Medan yang wajib dikunjung jika kalian ada di sini, beberapa tempat wisata bisa dinikmati di Kota Medan pada malam hari. Sudah pasti beberapa tempat jika kalian datang bersama pasangn merupakan tempat wisata romantis kota medan. Selamat Liburan.


Posting Komentar untuk " 10 Tempat Wisata Pilihan Yang Ada Di Dalam Kota Medan"