Wafa Farha: Dari Kepingin Menulis Surat Cinta Sampai Akhirnya Menulis Puluhan Buku Terlaris



Dulu, awal nulis pas masih SMP. Yang ditulis hanya sekitar puisi, prosa dan cerita-cerita gak jelas. Haha. Pengen nulis surat cinta, tapi gak punya pacar.


Lulus SMP ambil pendidikan di pondok. Di pondok pesantren Wafa dikenal teman-teman sebagai pencipta dan pembaca puisi, dan karena itu jadi bagian santri populer yang sering naik panggung dan dibincangkan. 


Nah, habis lulus mondok kan nikah, setelah itu kuliah, jadi emang beneran vakum nulis. 

Di tahun 2018, Nemu grup KBM punya Pak Isa. Lalu iseng baca-baca dan nulis. Yah ... Nulis pertama like sembilan biji. Terus tiga belas biji. 


Akhirnya, bertanya-tanya kok sepi tulisanku? Dari situ, Wafa mulai mempelajari cerita-cerita yang banyak likenya. Ternyata emang harus beda dan menarik perhatian pembaca.


Lalu, isenglah cerita tentang pengalaman mimpi, dan ternyata respon pembaca bagus 3000 kata. Dari situ Wafa mulai nulis-nulis cerpen. Like mengikuti cerita sebelumnya sampe tiga ribu like.


Dari ramainya lapak Wafa itu, banyak penerbit yang inbox mau meminang cerita saya. Tapi karena bukan cerbung ya nggak bisa dibuat Novel kan? Dari situ juga akhirnya saya bertekad, membuat lanjutan cerpen yang ada dengan alur sepanjang jalan kenangan. Haha. 


Alhamdulillah, respon dari pembaca masih bagus. Cerbung-cerbung saya terus naik, sampai ada yang like hampir 20 ribu di FB, dan menghasilkan lebih dari 150 ribu unlock di aplikasi. 


Hampir setiap judul baru respon pembaca bagus. 


Mendapat apresiasi yang membuat saya senang, menjadikan saya ketagihan menulis. 


Dimulai tahun itu, tepatnya bulan Juni tahun 2019 saya berhasil menulis dan menerbitkan novel lebih dari sepuluh dalam setahun.


Dan itu berlanjut sampai sekarang. Bedanya karena novel cetak mulai sepi, saya berpindah ke platform-platform menulis bersama teman-teman lain. Untungnya, hubungan saya dengan mereka baik, jadi ada banyak bantuan yang saya dapat. 


Qodarullah, nama saya semakin naik saat di KBM App dengan jumlah follower tertinggi. Jika ada gosip follower dan subcriber di aplikasi itu kebanyakan pakai bot, Alhamdulillah saya tidak melakukan aktifitas itu. Menyewa bot, atau pakai akun-akun bodong agar follower saya paling banyak.


Penghasilan di KBM App sendiri, sudah berada di angka ratusan juta rupiah.


Dan seiring naiknya nama Wafa, saya mendapat kontrak dengan nilai puluhan dollar dari aplikasi Fizzo.


Sekian sedikit, kisah saya. Terimakasih.




WAFA FARHA

penulis puluhan novel

1 Dilamar Anak Kyai

2 Ketikung Anak Kyai

2 Merry Me Gus

dll

Posting Komentar untuk "Wafa Farha: Dari Kepingin Menulis Surat Cinta Sampai Akhirnya Menulis Puluhan Buku Terlaris"