Review Buku The Midnight Library Karya Matt Haig

 


Judul: The Midnight Library (Perpustakaan Tengah Malam)

Penulis: Matt Haig

Alih bahasa: Dharmawati

Editor: Dian Anggraeni

Desain sampul: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN digital: 978-602-06-4933-7


Sinopsis:

Di antara kehidupan dan kematian terdapat sebuah perpustakaan yang jumlah bukunya tak terhingga. Tiap-tiap buku menyediakan satu kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang bisa dijalani sehingga kau bisa melihat apa yang terjadi kalau kau mengambil keputusan-keputusan berbeda... Akankah kau melakukan apa pun secara berbeda jika kau mendapat kesempatan untuk membatalkan penyesalan-penyesalanmu? Benarkah kehidupan lain akan jauh lebih baik? 

Nora Seed harus membuat keputusan. Ia dihadapkan pada kemungkinan bisa mengubah hidupnya, memiliki karier yang berbeda, tidak putus dari mantan kekasih, mewujudkan mimpinya sebagai glasiolog. Ia menjelajahi Perpustakaan Tengah Malam untuk memutuskan apa sebenarnya yang menjadikan hidup pantas dijalani. Setelah kehidupan yang diisi berbagai penyesalan dan kegagalan, akankah Nora Seed akhirnya mendapatkan kehidupan yang bisa memberinya kebahagiaan sejati?


Nora dan Pelajaran Kehidupan

Novel The Midnight Library mengajak kita merenungkan kemungkinan kehidupan yang tak terbatas. Novel ini bercerita tentang seorang wanita muda bernama Nora Seed, yang menjalani kehidupan biasa yang monoton dan merasa tidak diinginkan. Suatu malam, keputusasaannya mencapai puncaknya dan dia bunuh diri. Tapi ceritanya tidak berakhir di sana, Nora mendapatkan dirinya berada di tempat yang disebut The Midnight Library, yang ada antara hidup dan mati dan dipenuhi dengan buku-buku di mana terletak kehidupan paralel tak berujung yang mungkin pernah dia jalani, dia diberi kesempatan untuk membatalkan penyesalannya. Nora menjalani ratusan kehidupan dan menjadi ratusan versi dirinya yang berbeda.  Eksplorasi penulis pada kehidupan Nora sangat menawan saat dia mencoba memahami apa yang benar-benar penting dalam hidup.

Novel ini ditulis dengan sangat baik dan menggugah pikiran. Emosi Nora digambarkan secara mendalam, dan aku katakan aku terpikat oleh kedalaman penceritaan Penulis. Meskipun konsepnya sederhana, itu menarikku sebagai pembaca untuk masuk lebih dalam ke relung pikiran penulis saat menuliskan buku ini. 

Novel The Midnight Library kadang-kadang mengambil nada berulang-ulang, hampir bertele-tele ketika ide penting sudah jelas tetapi terus dielaborasi - ini biasa terjadi ketika pelajaran hidup muncul. Ada juga upaya untuk membuat lompatan kehidupan Nora tampak mungkin secara ilmiah, dengan mengacu pada fisika kuantum.  Keseluruhan buku ini fokusnya adalah pada kehidupan dan pertumbuhan pribadi Nora. Secara keseluruhan, aku sangat menikmati The Midnight Library. Pengembangan karakter, setting, dan plot menarik, sementara juga membahas tema-tema penting seperti kesehatan mental.


Menghentak

Merayapi halaman demi halaman buku ini aku sangat menikmati apa yang disajikan The Midnight Library karya Matt Haig. Pada sinopsis yang tertera kita sudah di sajikan dengan kalimat-kalimat apik nan menghentak.

Buku ini berhamburan dengan pesan yang ingin di sampaikan oleh penulis. Penulis memasukkan banyak rambu tentang bagaimana kita bisa menjaga kesehatan mental kita. Di dalam The Midnight Library, penulis menunjukkan pada kita bahwa penyesalan tidak membantu kita bergerak maju. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memilih masa depan kita. 

Sebagai teman kalian minum kopi aku akan merekomendasikan The Midnight Library ini untuk masuk ke dalam daftar bacaan kalian. Dan mungkin saja setelah membaca buku ini kalian akan ikut tersentak bersamaku, ketika menyadari tentang berapa banyak potensi yang jarang kita sadari yang kita miliki

Jika kalian merasa postingan ini mempunyai manfaat buat kalian, silahkan bagikan postingan ini di media sosial.

Posting Komentar untuk "Review Buku The Midnight Library Karya Matt Haig"