Review Buku: Foto Bayi Di Ponsel Suamiku, Karya Ade Esriani Simamora (Pembalasan Pada Pengkhianatan Dengan Cara Elegan)

 


Kehidupan Rumah tangga yang damai tanpa pengkhianatan merupakan impian semua orang untuk didapatkan. Setiap orang pasti ingin memiliki sebuah rumah tangga yang bahagia, tanpa kemelut atau masalah yang membuat rumah tangga itu berubah bagai neraka.


Mengarungi sebuah rumah tangga, ibarat kita mengayuh perahu di tengah gelombang, berbagai macam bahaya akan mengintai jika kita tidak benar-benar mahir memainkan dayungnya, mungkin saja perahu kita akan karam karena terhantam gelombang, bisa jadi juga karam menabrak karang. Tapi kalau kita pintar memainkannya maka sebesar apapun perahu itu mendapatkan cobaan baik gelombang, karang atau ancaman lainnya, perahu akan tetap melaju dan sampai ke tujuan.


Kehidupan rumah tangga bukan hanya bercerita tentang romansa indah, tapi juga bercerita tentang seluk-beluk yang sangat komplek yang ada di dalamnya. Dalam mengarungi rumah tangga kadang kita tertawa terbahak-bahak tapi juga tak jarang kita berurai air mata.


Melalui buku ini, Ade Esriani Simamora mengajak kita menelusuri konflik-konflik yang biasa terjadi di antara suami istri dalam membangun rumah tangga, konflik yang sangat sering terjadi dan kita dengar yakni pengkhianatan. 


Konflik dalam buku ini di mulai ketika si istri ---Monalisa--- meminjam telpon suaminya ---Bayu--- dan menemukan foto yang membuatnya kaget juga terkejut, yakni foto bayi yang tersimpan di dalam folder hp suaminya.


Tokoh sentral yang dikemukakan penulis dalam buku ini yakni bernama Monalisa, seorang wanita yang merupakan sosok istri yang baik juga penurut kepada suaminya ---Bayu. Walaupun Bayu mempunyai istri yang mungkin menjadi dambaan setiap orang, tapi Bayu tetap melakukan pengkhianatan kepada istrinya.


Disinilah Monalisa yang tak sengaja menemukan foto bayi di dalam ponsel Bayu, yang juga merupakan bukti pengkhianatan suaminya menjadi terpuruk, dan dan juga mengalami kesedihan. Namun bukan itu nafas dari buku ini,  pada buku ini penulis tidak mengajak kita menyaksikan Monalisa yang hancur karena pengkhianatan.


Penulis mengajak kita menelusuri drama rumah tangga yang menegangkan dengan Monalisa yang bangkit dari keterpurukan dan dengan lantang melakukan aksi balas dendam terhadap Bayu. Sepanjang buku ini kita disajikan dengan konflik balas dendam tentu saja dengan ciri khas sebuah drama rumah tangga, tapi konflik-konflik yang terjadi akan membuat kita semua menarik napas panjang karena ketegangannya.


Kelebihan lain buku ini, yakni Gaya bahasa yang digunakan penulis sangat ringan sehingga pembaca tidak perlu berpikir keras untuk menikmati adegan demi adegan dalam buku. Meski gaya bahasanya ringan tapi jangan kita remehkan bobot buku ini karena di dalam buku ini sangat kaya akan makna yang bisa kita petik pelajarannya.


Buku ini sangat layak dibaca oleh penikmat drama rumah tangga, dan bukan hanya itu siapa pun juga bisa menikmati buku ini. Dari buku ini, kita akan lebih menghayati perjalanan rumah tangga kita bersama pasangan, dan mengajarkan kita semua bahwa pengkhianatan bisa terjadi dalam bentuk dan wajah apa saja.


Terakhir dalam buku ini seakan-akan Ade Esriani Simamora selaku penulis seperti lantang dan tegas berkata kepada kita, hati-hati terhadap pengkhianatan dalam rumah tangga karena pengkhianatan tak berbau dan berwujud tapi dia ada, dan jika sudah terjadi tidak layak bagi wanita menunjukkan kelemahannya, tapi wanita harus bangkit dengan pembalasan yang berkelas dan elegan.


Bagi kalian yang berminat mengoleksi buku ini bisa langsung menghubungi penulis dengan kontak yang tertera di bawah ini mumpung masih pre order.



Jika kalian merasa postingan ini mempunyai manfaat buat kalian, silahkan bagikan postingan ini di media sosial.

Posting Komentar untuk "Review Buku: Foto Bayi Di Ponsel Suamiku, Karya Ade Esriani Simamora (Pembalasan Pada Pengkhianatan Dengan Cara Elegan)"