Mereka Yang Kaya Karena Menulis: Charles Dickens

 

Charles Dickens lahir di Portsea, Inggris, pada tahun 1812. Ayahnya adalah seorang pegawai di Kantor Pembayaran Angkatan Laut, ditempatkan di Portsmouth. 


Meskipun pekerjaannya dibayar dengan baik, ayahnya memiliki kelemahan dalam membelanjakan uang dan menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam keadaan bangkrut.


Pada tahun 1824, ketika Charles Dickens yang baru berusia 12 tahun, dikirim ke sebuah rumah kos dan diberi pekerjaan 12 jam sehari untuk menyiapkan botol-botol semir sepatu di sebuah pabrik, karena ayahnya masuk penjara karena hutang.


Tapi kemudian nasib Dickens membaik: karena mendapat sebuah warisan memungkinkan ayahnya melunasi hutangnya dan bisa mengirim Charles ke sekolah.


Pada usia lima belas tahun Charles ditempatkan sebagai juru tulis di

kantor pengacara, teman ayahnya. Di

waktu senggang Charles belajar keras untuk menjadi reporter.


Pada usia sembilan belas tahun ia menjadi

reporter di parlemen untuk The Mirror. karena pekerjaan itu dia segera dikenal sebagai salah satu reporter terbaik di London.


Dickens mulai menulis fiksi pada usia 21, di bawah nomde plume 'Boz'. Pada tahun 1836, ketika Dickens berusia 23 tahun, ia mulai menulis serangkaian cerita pendek (The

Posthumous Papers of the Pickwick Club) yang diterbitkan dengan pembayaran yang rendah. Pada usia 24 ia telah menjadi terkenal secara internasional.


Antara 1837 dan 1839, Dickens menulis tiga novelnya yang paling terkenal, Pickwick Papers, Oliver Twist, dan Nicholas Nickleby.


Dalam sepuluh tahun pertama karir menulisnya, charles tampil dengan inspirasi yang meledak-ledak, tetapi tahun selanjutnya

dia mulai menyerah karena depresi.


Pada tahun 1840-an ia mulai mengalami writer's block. Dia menghabiskan waktu berhari-hari mengurung diri di sebuah ruangan, tidak menghasilkan tulisan apa pun. 


Dickens merupakan penulis yang sangat energik. Dia melakukan perjalanan panjang menggelana dari Inggris, Skotlandia dan Wales dan juga sering melakukan perjalanan ke Prancis dan Italia. 


Pada tahun 1842 ia menghabiskan enam bulan di Amerika, di mana ia mendapat penghargaan sebagai bintang rock modern.


Pada tahun 1856 Dickens membeli sebuah rumah yang sangat besar di Kent, rumah ini merupakan sebuah rumah yang selalu ia impikan untuk dimiliki.


Meskipun Dickens menjadi kaya, dia tidak pernah melupakan asal-usulnya. Sepanjang hidupnya ia mengunjungi pabrik-pabrik, daerah kumuh, penjara dan rumah-rumah miskin.


Novel-novelnya selalu bercerita mengenai kritik sosial tentang kondisi mengerikan Inggris abad ke-19. Dia juga terkenal karena kemurahan hatinya.


Dia dianggap oleh banyak orang sebagai seorang jenius dan penulis Inggris terbesar abad ke-19.


Ketika Dickens meninggal pada bulan Juni 1870, ia meninggalkan sebuah warisan

senilai lebih dari $US6,5 juta (nilai 2001).


#######

Posting Komentar untuk "Mereka Yang Kaya Karena Menulis: Charles Dickens"