3 Alasan Mengapa Penulis Novel Masih Memerlukan Kelas Menulis?

 



“Jika kita mencoba sekali saja mencoba melihat dan melangkah keluar dari tempat kita berada sekarang, yakinlah kita akan menghasilkan keajaiban untuk tulisan yang kita buat”


Sebagai seorang penulis terkadang di dalam benak kita, kita memiliki sangat banyak ide yang berkelindan di dalam benak kita, bahkan kelindan ide itu melebihi dari apa yang dapat kita tuliskan. Terkadang juga saking banyaknya kelindan ide yang belum kita curahkan dan luapkan dalam bentuk tulisan, hal itu membuat kita menjadi sedikit frustasi.


Di saat itulah kita memerlukan teman yang satu frekuensi dengan kita untuk berdiskusi, karena dengan melakukan diskusi kita bisa meredakan sedikit ketegangan dari syaraf-syaraf otak kita yang sering di penuhi berjuta macam ide yang menyiksa.


Selain dari hal diatas dengan melakukan perjalanan bertemu dengan orang lain dan melakukan diskusi, tak jarang kita bisa mempelajari kosa kata baru dan tekhnik baru yang selama ini mungkin tidak kita sadari, dan yakinlah apa yang kita dapatkan itu akan memperkaya khasanah tulisan kita.


Setelah merasakan frustasi karena kelindan ide yang sangat banyak, informasi baru yang kita dapatkan dengan bertemu orang lain ini akan sangat bermanfaat dalam menggairahkan kita untuk kembali menulis ide-ide yang sudah menumpuk di dalam cangkang kepala kita.


Untuk itulah kenapa seorang penulis masih memerlukan kelas menulis, karena selain manfaat di atas ada beberapa manfaat lagi yang bisa kita dapatkan dengan mengikuti kelas menulis.



Keterampilan


Hal ini sangat jelas, jika kita mengikuti kelas menulis kita akan mendapatkan tips, trik, dan keterampilan baru untuk menulis yang mungkin selama ini belum pernah kita sadari sama sekali. Dengan memperoleh trik dan keterampilan itu, tanpa kita sadari ini akan mampu membantu kita dalam menyempurnahkan tulisan-tulisan yang kita buat selanjutnya.


Yang lainnya dengan keterampilan baru itu kita akan melihat cara lain untuk mengembangkan karakter cerita dan juga bagaimana menyempurnakan cerita yang kita buat dari awal hingga akhir. Semakin banyak keterampilan dan tekhnik yang kita ketahui, semakin baik juga bagi perkembangan karir kepenulisan kita kedepannya.



1. Belajar dari Orang Lain


Ada alasan lain mengapa penulis memerlukan kelas menulis, kita sekarang sudah menulis novel dan mendapat gelar seorang penulis, tetapi dengan belajar dari orang lain yang baru kita temui, kita akan bisa lebih memantafkan lagi kaki kita dalam berpijak di jalur kepenulisan.


Akan sangat menyenangkan jika ada orang lain yang membaca draf cerita yang kita buat sebelum kita publish atau terbitkan atau ada orang lain yang mendengarkan ide-ide kita, juga mampu memberi tahu apa yang perlu di perbaiki dari ide-ide kita tersebut, supaya ide kita atau draft tulisan kita menjadi lebih bernas dan lebih bernafas lagi.


Selain itu kita bisa belajar dari pengalaman orang lain yang mungkin sudah lebih dahulu menekuni dunia kepenulisan dari pada kita, atau kita bisa mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan mereka baik yang sudah pengalaman atau yang masih pemula, sehingga kita bisa menyempurnakan tulisan kita dengancara menyaring pengalaman dan kesalahan yang pernah orang lain lakukan.


Dengan belajar dari orang lain kita juga dapat memperhatikan gaya penulisan mereka, yang kemudian dapat kita bandingkan dengan gaya kepenulisan kita dan akan bisa kita ambil jika ada yang sekiranya bermanfaat untuk kita tambahakan kedalam tulisan kita supaya tulisan kita menjadi lebih bernas lagi. Dari sini kita akan menapaki tangga untuk naik lagi supaya lebih bisa melejit lebih tinggi lagi.




2. Masukan dan Pendapat


Dengan jujur aku bisa katakan di sini sebenarnya penulis terkadang menjadi sensitive dengan masukan dan pendapat orang lain. Coba tanyakan kedalam diri kita masing-masing, kalau sebenarnya kita menjadi alergi ketika menerima pendapat dan  ulasan negatif mengenai tulisan kita dari orang lain. Sebagian besar dari kita, termasuk aku sendiri, cenderung ingin lari dan tidak mau mendengar jika ada orang yang mengatakan pendapat negative dari tulisanku.


Tapi jika kita membuka hati kita lebih luas lagi untuk menerima Masukan dan pendapat yang di berikan pada naskah kita, maka kita akan mampu memperbaiki naskah yang kita buat sebelum benar-benar kita lepas buat pembaca. Di sinilah kelas menulis berfungsi sebagai ruang yang aman untuk menerima dan memberi masukan dan pendapat dari dan kepada orang lain. 


Dengan membuka diri dalam menerima masukan dan pendapat yang di berikan melalui kelas yang kita ikuti, hal ini akan menjadi hal positif pada karya-karya kita, sehingga ketika karya kita sampai ketangan pembaca sudah merupakan karya yang matang dan bisa diterima oleh pembaca denganc ara bersuka cita.




3. Kolaborasi dan Jaringan


Di dalam kelas menulis, karena kita berada di dalam lingkungan orang-orang yang satu frekuensi dengan kita kita akan mendapatkan teman-teman yang bisa berkolaborasi dengan kita dalam mengolah ide-ide kita kedepannya, atau mungkin kita bisa berkolaborasi dengan ide-ide mereka. Di dalam kelas menulis kita juga akan belajar satu sama lain untuk mencoba bekerja dengan orang lain. Beberapa orang di kelas penulis yang kita ikuti mungkin saja berubah menjadi rekan menulis Kita.


Jika kita mendapatkan seseorang yang bisa menjadi rekan kita dalam menulis, tetaplah jaga hubungan itu sebab itu bisa menambah jaringan kita, selain itu orang-orang yang kita temui dalam kel;as menulis bisa menjadi satu skema jaringan kita supaya lebih besar lagi kedepannya, mungkin saja satu orang akan membawa kita untuk mengenal puluhan orang lainnya yang bisa semakin mengembangkan lagi karir kepenulisan kita, bagiamana kalau dalam kelas itu ada 10, 20, 30, 40 orang maka kita sudah dapat membayangkan bagaimana jaraingan kepenulisan yang bisa kita kembangkan lagi kedepannya.


Sahabat Bimakai, itulah alasan mengapa penulis memerlukan kelas menulis, dengan kesadaran itulah aku bersama kawan-kawan lainnya membuka kelas kepenulisan yang kami beri nama Rising Star Class (RSC). Semoga tulisan sederhana diatas bisa kita ambil manfaatnya bersama.


Jika kawan-kawan merasa tulisan ini mempunyai manfaat buat kalian silahkan share tulisan ini kesemua media social kalian.


Posting Komentar untuk "3 Alasan Mengapa Penulis Novel Masih Memerlukan Kelas Menulis?"