5 Pertanyaan Penting Untuk Menulis Novel, Supaya Menjadi Novel Terlaris

 


Sebagai seorang yang berkutat dengan naskah hampir sepanjang hari, sepanjang minggu dan sepanjang bulan, membaca menganalisa kemudian memberikan masukan-masukan kepada penulisnya, aku mengajukan sangat banyak pertanyaan.

Begitu juga sepanjang aku menulis novel online aku bisa mengatakan kalau menulis novel itu rumit; ada komponen penting yang tak terhitung jumlahnya yang perlu menyatu secara kohesif untuk mengungkapkan inti sebuah cerita, sampai akhirnya cerita yang dituliskan mampu dan layak diterima oleh pembaca.



Pertanyaan Dasar Dalam Menyusun Cerita

Di sini aku akan membagikan kisah bagaimana aku menuliskan dan menyelesaikan novelku, bagaimanapun juga semoga apa yang aku bagikan ini dapat sedikit membantu kawan-kawan semua dalam menuliskan sebuah novel. Pada awal memulai sebuah novel ada sangat banyak pertanyaan yang biasanya muncul di benakku dan meminta untuk di jawab. Bagaimana kalau…? Apa yang akan dilakukan seseorang kalau …? Bagaimana jika dunia seperti ini, dan ini terjadi …? Pertanyaan awal yang muncul dalam benakku ini biasanya mengarah ke lebih banyak pertanyaan lain, yang membentuk dan menghidupkan karakter dan cerita.


Pertanyaan adalah kuncinya.


Setelah sekian lama aku membaca ratusan naskah yang dikirimkan penulis baik pemula atau tidak, aku menemukan semakin banyak pertanyaan yang menggelitik dan selalu muncul dalam benakku.

Disini aku akan memberikan lima pertanyaan dasar yang muncul saat aku menuliskan cerita dan semoga saja kawan-kawan semua bisa mengambil pelajaran dari pertanyaan-pertanyaan ini.


Di mana adegan ini terjadi?

Seharusnya aku tidak perlu menanyakan ini, ‘kan? Kalian sebagai penulis mungkin berpikir, “Bukankah sudah jelas? Aku tahu di mana adegan ini terjadi.”

Mungkin mengejutkan untuk kita mengetahuinya bahwa pembaca tidak dapat membaca pikiran kita sebagai penulis. Masalah terbesar yang aku lihat dalam beberapa novel yang dikirimkan kepadaku adalah kurangnya informasi yang cukup untuk membantu pembaca mengetahui di mana sebuah adegan terjadi. Sedikit keterangan, yang ditunjukkan dari sudut pandang karakter, dapat membuat keajaiban tersendiri pada tulisan kita.


Berapa banyak waktu telah berlalu?

Sebagian besar novel yang aku temui mempertunjukkan begitu banyak adegan yang masuk ke dalam dialog atau aksi, tanpa memberi tahu pembaca berapa lama waktu telah berlalu dari adegan terakhir. Adegan perlu mengalir dan menyatu dalam waktu yang kohesif. Penting untuk mengetahui apakah lima menit atau lima bulan telah berlalu, dan hanya perlu beberapa kata untuk memperjelas. Jangan biarkan pembaca buku kita menjadi bingung atas kepastian waktu ini.


Apa yang karakter kita rasakan saat ini?

Sering kali aku membaca potongan-potongan aksi atau dialog yang seharusnya menghasilkan reaksi dari sudut pandang (POV) karakter, tetapi adegan itu hanya diperbesar tanpa indikasi apa yang dirasakan atau dipikirkan karakter tersebut.

Untuk setiap momen penting, karakter yang kita buat perlu bereaksi. Pertama secara visceral, kemudian secara emosional, kemudian secara fisik dan akhirnya secara intelektual. Seringkali seorang penulis akan menunjukkan karakter bereaksi dengan pemikiran mendalam tentang suatu situasi, ketika reaksi alami pertama mereka hilang.

Bayangkan, jika kalian tertabrak mobil, kalian tidak akan berpikir logis terlebih dahulu tentang apa yang terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Pertama, kalian berteriak atau tubuh kalian terbanting ke trotoar dan rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh kalian.

Ingatlah pepatah ini: untuk setiap tindakan, harus ada reaksi yang tepat dan segera. Begitulah cara kita mengungkapkan karakter dalam cerita yang kita buat.


Apa inti dari adegan ini?

Ini adalah pertanyaan yang sebenarnya menakutkan untuk kita sebagai penulis. Karena jika tidak ada gunanya sebuah adegan, seharusnya tidak ada dalam novel yang kita buat. Setiap adegan harus memiliki poin untuk mengungkapkan karakter atau plot. Dan setiap adegan harus dibuat bergerak maju menuju klimaks cerita.


Apa tujuan protagonis yang ada dalam cerita kita?

Ingat satu hal, jika protagonis tidak memiliki tujuan, maka kita sebagai penulis tidak benar-benar memiliki cerita. Pembaca ingin mengetahui premis cerita kita sesegera mungkin. Ini melibatkan karakter utama yang memiliki kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu atau di suatu tempat, melakukan sesuatu atau menemukan sesuatu. Atau beberapa variasi dari yang ingin dia capai.

Tujuan yang dilakukan oleh tokoh utama kita harus mendorong cerita bergerak maju dan menjadi fondasi untuk semua adegan dalam cerita. Tujuan itu adalah perekat yang menyatukan novel yang kita buat. Dalam bergerak mencapai tujuan tersebut, pada akhirnya akan terjawab karakter utama novel kita mungkin gagal mencapai tujuan itu, kitalah penulisnya; kita yang putuskan. Tapi yang utama karakter kita harus punya tujuan yang ingin dicapai.

Aku sebenarnya ingin lebih banyak lagi mengajukan pertanyaan pada kesempatan ini. Karena sangat banyak pertanyaan yang sama pentingnya untuk membuat sebuah novel menjadi kuat. Aku menemukan ketika menulis novelku sendiri bahwa jika aku terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, aku akan menemukan jawaban yang tepat untuk cerita yang sedang aku buat.

Jadi, jika kita bisa membiasakan diri untuk terus mengajukan pertanyaan saat membuat sebuah cerita, aku yakin kita akan menemukan bahwa itu akan membawa kita menuju ke inti cerita yang sedang kita tulis.

Mulai sekarang marilah kita mulai menulis novel, dan jangan lupa, Apa pertanyaan yang kita ajukan untuk novel kita? 


Jika kalian merasa postingan ini mempunyai manfaat buat kalian, silahkan bagikan postingan ini di media sosial.

Posting Komentar untuk "5 Pertanyaan Penting Untuk Menulis Novel, Supaya Menjadi Novel Terlaris"