5 Adat Istiadat Suku Dayak, suku Asli Kalimantan yang Selalu Menjaga Kearifan Alam


Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan, suku yang hidup berkelompok dan tinggal di pedalaman Kalimantan ini masih kental menjaga adat istiadat asli mereka. Semboyan Suku Dayak Menteng Ueh Mamut, "seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani dan tidak kenal menyerah".



Asal Muasal Suku Dayak


Dilihat dari asal usulnya, Suku Dayak erat hubungannya dengan imigran keturunan dari Provinsi Yunnan di china Selatan. Di perkirakan asal Suku Dayak dari ras mongoloid asia yang mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan melintasi pegunungan  yang bernama “Muller-Schwaner”. 


Pada masa kejayaan Majapahit, pulau Kalimantan juga kedatangan orang-orang dari Bugis, Makasar, dan Jawa, sehingga membuat Suku Dayak terdesak dan cukup lama terpencar-pencar di seluruh wilayah Kalimantan, kehidupan suku ini dahulu menyusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Selain itu Suku Dayak juga terbagi kedalam beberapa suku lainnya.


Pada tahun 1309-1389 pernah berdiri Kerajaan Dayak Nansarunai, cerita ini disebutkan dalam tradisi lisan dayak Namsarunai Usak Jawa. Kerajaan Dayak Nansarunai mengalami kehancurannya karena serbuan dari Kerajaan Majapahit. Penyerbuan kerajaan oleh Majapahit membuat Suku Dayak terdesak dan terpencar, sebagian mereka memilih masuk daerah pedalaman. 


Dalam hal agama ada sebagian besar suku Dayak memeluk Islam, ini merupakan pengaruh gelombang besar Kerajaan Demak yang masuk ke Pulau Kalimantan. Diantara gelombang yang memeluk islam tersebut ada beberapa kelompok masyarakat yang menolak masuk islam, mereka yang menolak Islam masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah. Sementara orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringi. 


Tercatat dalam sejarah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat, beliau merupakan asli orang Dayak.


Bangsa Tionghoa masuk ke Kalimantan sekita abad V bangsa Tionghoa, pada masa itu Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Cheng Ho, dan kelompok ini kembali ke Tiongkok pada tahun 1407, setelah singgah ke Jawa, Kalimantan, Malaka, Manila dan Solok. 


Sultan Mempawah Pada tahun 1750 juga pernah menerima orang Tionghoa yang sedang mencari emas. Orang  Tionghoa yang datang tersebut membawa candu, sutera, barang pecah belah berupa piring, cangkir, mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero,1963)



Adat Istiadat Suku Dayak


Walau mengalami berapa kali gelombang pendatang yang masuk ke Kalimantan, hal ini tidak menggerus kekayaan adat istiadat asli dari Suku Dayak.  Adat istiadat suku dayak masih tetap terjaga sampai sekarang dan menjadi kearifan lokal Kalimantan.


1 Upacara Wadian atau Balian


Adat isitiadat ini merupakan ritual untuk pengobatan orang yang sakit. Dalam upacara pengobatan ini juga di ikuti dengan tarian-tarian yang dipimpin seorang tabib. Lama pelaksanaan upacara ini tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang di derita oleh pasien. Nama Balian mengacu kepada orang yang melakukan pengobatan orang yang sakit, atau istilah ini di tujukan bagi tabib yang memimpin upacara.


Adat istiadat berupa upacara ini dilakukan dengan pembacaan mantera yang diikuti iringan music. Upacara Balian dimulai dengan dibunyikan kendang khas dayak yakni kendang babun dan serunai. Alat musik ini dibunyikan terus siang dan malam.



2 Upacara Tiwah


Adat istiadat Suku Dayak yang pertama ini bernama Upacara Tiwah. Tiwah adalah upacara sacral suku dayak dalam mengantar tulang orang yang meninggal menuju Sandung. Sandung sendiri berupa rumah kecil yang sudah disediakan khusus untuk orang yang sudah meninggal.


Bagi Suku Dayak, upacara ini merupakan hal yang sangat sakral. Sebelum puncak acara pengantaran tulang orang yang sudah mati menuju Sandung, rangkaian acara didahului dengan sebuah ritual berupa tarian, pada acara ini juga terdengar alunan musik dari sebuah gong yang diikuti hiburan lainnya.


3 Upacara Tariuh


Adat istiadat yang berupa upacara Tariuh ini dilaksanakan oleh Panglima Suku Dayak, upacara ini merupakan ritual pemanggilan roh leluhur, untuk mengrtahui kapan waktu yang tepat untuk memulai peperangan.


Upacara ini dilaksanakan sebelum Panglima Suku Dayak mengirim mangkok merah, yang menjadi pertanda dimulainya waktu perang. Pada saat upacara ini roh para leluhur merasuki tubuh pangkalima untuk memberi kekuatan, tidak hanya panglima yang kerasukan yang mendapatkan kekuatan, orang-orang yang mendengar akan mendapat kekuatan seperti panglima. 


Adapun mangkok merah yang di pakai terbuat dari bambu dan dubuat berbentuk bulat. Sebagai peralatan upacara ini disediakan juga ubi jerangau merah, bulu ayam merah, lampu obor, dan tali dari kulit kepuak sebagai lambang persatuan. Semua perlengkapan dimasukan kedalam Mangkok merah kemudian dibungkus kain merah.



4 Upacara Manajah Antang


Upacara adat istiadat ini masih merupakan ritual yang dilaksanakan dalam rangkaian perang, kalau upacara tariuh untuk menentukan waktu perang, upacara Manajah Antang merupakan ritual untuk mencari petunjuk keberadaan musuh.


Ritual adat ini juga merupakan ritual memanggil roh leluhur melalui burung elang atau antang. Burung antang inilah nantinya yang akan menunjukkan dimana keberadaan musuh walaupun musuh sedang bersembunyi. 


Selain untuk berperang dan mencari musuh upacara ini biasa digunakan untuk mencari petunjuk lain yang di perluka.


5 Upacara Manyanggar


Adat istiadat manyanggar merupakan tradisi yang dilaksanakan Suku Dayak, karena kepercayaan mereka kalau alam raya ini bukan hanya dihuni manusia saja, tapi juga tempat hunian makhluk tak kasat mata.


Adat istiadat ini sebagai bentuk pengatur keharmonisan antara alam manusia dan alam gaib. Dengan dilakukan ritual ini diharapkan adanya batasan antara kedua alam tersebut supaya tidak saling mengganggu  alam kehidupan masing-masing.




Demikian 5 adat istiadat Suku Dayak yang merupakan kearifan lokal yang perlu di jaga kelestariannya supaya hal ini dapat menambah kearifan lokal Indonesia sebagai kekayaan bdaya, selain itu sejarah Suku Dayak yang kami tuliskan di atas mungkin jauh dari kesempurnaan, karena inilah yang Gudang Informasi pernah baca dari beberapa literasi.


Diharapkan dengan mengetahui adat istiada kearifan lokal masing-masing suku yang ada di Indonesia membuat kita semakin mencintai Negara Kesatuan yang kaya akan ragam budaya ini. Jika kawan-kawan mempunyai sumber lain atau mengetahui hal lain mengenai Suku Dayak ini mari kita diskusikan di kolom komentar, atau ada usulan lain yang ingin kita bahas di rubrik serba serbi mari tuliskan pada kolom komentar. salam

Posting Komentar untuk " 5 Adat Istiadat Suku Dayak, suku Asli Kalimantan yang Selalu Menjaga Kearifan Alam"