4 Sumber Konflik dan 7 Pertanyaan menyusunnya kedalam cerita



Manusia merupakan mahkluk yang penuh pertanyaan, begitu juga dengan diriku dan kawan-kawan, aku yakin pembaca juga demikian ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka penasaran ada di dalam cerita yang kita tulis.


"Apa yang terjadi? Mengapa ini bisa bertentangan bertentangan? Bagaimana konfliknya akan terjadi? Siapa yang akan menang? Apa yang akan aku lakukan jika aku berada dalam situasi ini?"


Ini merupakan ilustasi pertanyaan yang diajukan pembaca, walau mungkin pertanyaan ini terlontar secara tidak sadar, saat mereka membaca. Dengan menyadari itu semua sebagai penulis menurutku pertanyaan tersebut harus kita tanyakan juga  pada diri kita sendiri saat menyusun plot untuk cerita yang sedang kita kerjakan.


Sama seperti kehidupan nyata di dalam cerita yang kita susun juga terdapat dua jenis konflik: internal dan eksternal. Konflik internal adalah pergumulan pikiran, emosional, atau spiritual yang dihadapi oleh karakter novel dengan dirinya sendiri, masalah ini nanti kita bahas pada postingan lain. Di dalam artikel ini aku ingin mengajak sahabat semuanya berdiskusi dan bercerita mengenai konflik yang kedua: konflik eksternal. 

 

Empat Sumber Utama Konflik Eksternal


Konflik eksternal merupakan perjuangan yang dihadapi karakter melawan kekuatan yang berasal dari luar. Kekuatan itu, bagaimanapun, tidak terbatas hanya pada tokoh antagonis. Konflik eksternal sebenarnya ada 4 sumber yang dapat kita gali ketika kita menuliskan sebuah cerita.


 

1 Karakter VS Karakter


Konflik eksternal yang berasal dan beranjak dari karakter vs karakter, merupakan satu karakter berjuang melawan karakter yang lain, ini yang biasa kita semua pakai dalam cerita kita, meskipun sumber dari perjuangan ini bisa berbeda-beda. Sebagai permisalan aku akan menuliskan beberapa kemungkinan ilustrasi di bawah ini.

 

Kedua karakter mungkin menginginkan tujuan yang sama. 


Karakter mungkin menginginkan tujuan yang berbeda, tetapi salah satu atau keduanya menghalangi tujuan yang lain.  


Satu karakter mungkin ingin mencegah yang lain supaya tidak menimbulkan malapetaka atau kehancuran. 


Satu karakter mungkin ingin menyakiti yang lain karena kebencian, dendam, atau keserakahan.  


Satu karakter mungkin hanya menginginkan apa yang dimiliki karakter lain. 



Dalam menggarap konflik yang bersumber dari Karakter VS Karakter  ini kita dapat mengembangkan  suatu motivasi mungkin untuk mempertahankan kelangsungan hidup karakter, cinta, moralitas atau tugas, atau sejumlah faktor lainnya.


Kunci dari konflik Karakter vs. Karakter yang kuat, bagaimanapun, adalah bahwa kedua belah pihak dikembangkan secara setara, masing-masing memiliki tujuan yang kuat, motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut, masing-masing karakter merasa berhak untuk mengambil tindakan mereka sendiri.



2 Karakter Vs Masyarakat


Dalam konflik ini, titik beratnya yakni karakter berjuang melawan beberapa elemen masyarakat, baik itu pemerintahan yang korup, sistem agama, pola pikir yang disosialisasikan (misalnya homofobia, kebencian terhadap wanita, rasisme), masalah ekonomi (misalnya resesi, PHK, kebangkrutan), ketidaksetaraan penghidupan, atau harapan masyarakat. 


Banyak keinginan termasuk kelangsungan hidup, stabilitas, hak asasi manusia, kebahagiaan, kebebasan, keadilan, dan moralitas dapat memotivasi karakter untuk mengambil tindakan terhadap masyarakat tempat  karakter tinggal dalam mengembangkan konflik dengan sumber ini. Perlu juga dicatat bahwa banyak cerita yang menampilkan konflik Karakter vs. Masyarakat juga memiliki konflik internal yang kuat yang secara rumit dan melekat pada perjuangan eksternal karakter utama. 



3 Karakter VS Alam


Ini mungkin konflik yang paling sederhana dari semua jenis konflik eksternal, dalam cerita yang menampilkan alur cerita Karakter vs. Alam, karakter utama berjuang melawan binatang, cuaca, atau medan, paling sering yang menjadi motivasi karakter utama dalam konflik ini yakni mempertahankan kelangsungan hidup.


Sama seperti konflik Karakter vs. Masyarakat, jenis cerita yang mengangkat sumber konflik ini sering disertai dengan konflik internal yang kuat yang memaksa karakter utama untuk menghadapi masalah dan keyakinan pribadi sambil berjuang untuk bertahan hidup mempertahankan diri terhadap sesuatu yang  berasal dari alam.



4 Karakter Vs Teknologi


Dalam sumber konflik yang berasal dari jenis konflik eksternal ini, seorang karakter harus melawan beberapa elemen teknologi, pada konflik ini yang paling sering dimotivasi oleh keinginan untuk bertahan hidup atau melindungi orang lain dalam bahaya.


Dalam sebagian besar cerita Karakter vs. Teknologi, perjuangan antara karakter utama dan teknologi lawan sering kali menyoroti ketidaksempurnaan, keserakahan, dan kerapuhan manusia, dalam konflik ini sering kali juga dilandasi dengan konflik internal yang kuat yang menunjukkan pengaruh teknologi pada masyarakat dan/atau pikiran manusia.


Sebagian besar cerita yang kita baca dalam menampilkan konflik inti cerita yakni dibangun dari salah satu satu jenis konflik eksternal tertentu, tetapi itu tidak berarti bahwa jenis konflik lain tidak dapat muncul dalam satu cerita, sebagai seorang penulis kita bisa menampilkan beberapa konflik ekternal di dalam cerita kita.



Bagaimana kita menyusun konflik eksternal ke dalam cerita kita?


Dalam menulis sebuah cerita yang perlu kita ingat bahwa konflik adalah inti dari setiap cerita yang bagus. Inti cerita yang kita tulis dapat menampilkan konflik eksternal atau internal. Tidak jarang juga untuk memperkuat cerita penulis menyajikan cerita yang mengandung kedua jenis konflik sekaligus. Sebagi penulis aku sangat mendorong kawan-kawan untuk memadu padankan konflik internal dan konflik eksternal ini dalam sebuah cerita, karena konflik eksternal dan internal mempunyai keterkaitan erat dan ketegangan yang sama, bahkan tidak jarang konflik internal mendorong karakter untuk menjalani konflik eksternal.


Tapi dari semua itu kuncinya utama keberhasilan sebuah cerita terletak pada pemetaan beberapa elemen yang kita masukan kedalam cerita kita. Untuk menyusun konflik-konflik dalam cerita yang kita buat aku ingin mengajak kawan-kawan ketika menulis cerita untuk bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:


  1. Apa yang diinginkan oleh karakter kita?  Dengan kata lain, apa tujuan cerita kita
  2. Mengapa karakter ingin mencapai tujuan ini?  Apa yang memotivasi karakter untuk mengambil tindakan?
  3. Siapa atau apa yang menentang karakter kita saat mereka bergerak untuk mencapai tujuan?
  4. Mengapa kekuatan antagonis atau antagonis menentang karakter utama
  5. Langkah apa yang akan diambil kedua belah pihak untuk mencapai tujuan mereka? Bagaimana benturan keinginan itu menghadirkan masalah yang harus diatasi oleh karakter utama?
  6. Bagaimana konflik yang sedang berlangsung ini akan berakhir?  Dengan kata lain, bagaimana klimaks dari cerita yang kita tuliskan?
  7. Kekuatan mana yang lebih unggul?  Apakah ada pemenang yang jelas yang muncul dari konflik ini?


Setelah kita memetakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, aku yakin kita semua akan lebih mudah untuk melanjutkan cerita kita supaya lebih menarik, juga tema dan pernyataan tematik, dan elemen cerita penting lainnya. 


Setelah ini mari kita  berdiskusi silahkan tulis pendapat kalian di kolom komentar.


Jika kawan-kawan merasa tulisan ini mempunyai manfaat buat kalian silahakan share tulisan ini kesemua media social kalian.

Posting Komentar untuk "4 Sumber Konflik dan 7 Pertanyaan menyusunnya kedalam cerita"