4 Langkah ajaib Menulis Bab Pertama Novel Supaya Memikat Pembaca

 


Sahabat Bimakai, pada artikel ini aku ingin memberikan pengandaian, saat bertemu dengan orang baru kesan pertama sangat penting dan hal yang sama berlaku juga untuk buku. Berapa kali aku menemukan sebuah buku pada platform online dengan sampul yang dikemas sangat menarik, begitu juga blurb yang dibuat sangat memikat, hanya saja saat membuka halaman pertama dari bab pertama disitulah aku mendapatkan kekecewaan yang besar? 

karena hal itulah di sini aku mau sharing tentang cara menulis bab pertama novel yang memikat, karena pada halaman inilah kesan pertama yang didapat pembaca sangat menentukan apakah mereka akan lanjut membaca buku kita atau mereka menutup halaman buku dan mencari buku lain. Memiliki bab awal yang langsung menyentak untuk cerita yang kita tuliskan adalah suatu keharusan.


Bagaimana kita memulai bab pertama?

Mari kita mulai dari awal berbicara tentang cara menulis bab pertama novel yang menyentak. Bagaimana seharusnya buku kita dimulai? 

Menurut hematku dalam menulis novel untuk platform online, kita harus fokus pada tiga elemen kunci: kalimat pertama, paragraf pertama, dan bab pertama. 


Kalimat pertama 

Ada banyak hal yang bisa dituliskan pada kalimat pertama sebuah novel online. Meskipun kita tidak ingin itu terlalu berat atau tidak pada tempatnya, kita ingin kalimat pertama menjadi menarik dan memikat pembaca supaya tidak lagi mau berpisah dengan buku kita.  


Paragraf pertama 

Seperti kalimat pertama, paragraf pertama harus dibukak dengan sesuatu yang menyentak. Selain itu juga harus mulai memperkenalkan konflik, dan lebih disukai tokoh utama kita sudah menampakkan diri dan tokoh utama sendiri yang terlibat dalam konflik itu. Setidaknya pembaca harus sudah tahu tokoh utama kita dan apa masalah yang akan dihadapinya isepanjang cerita.


Bab pertama 

Bab pertama, secara keseluruhan, memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Ini harus memberi kita ruang untuk membukak konflik besar yang akan menjadi napas novel kita, menetapkan kemana alur cerita kita, memperkenalkan karakter utama kita. bab pertama harus sudah dibukak dengan satu konflik besar yang menjadi nafas cerita yang kita tulis, sepanjang perjalanan novel kita menuju pada penyelesaian konflik ini di samping sisipkan konflik kecil untuk mewarnai cerita kita menuju klimaks.


Elemen bab pertama (apa yang harus dimasukkan dalam bab pertama)

Sekarang setelah kita mengetahui apa yang perlu kita tuliskan dalam bab pertama, mari kita pelajari lebih lanjut tentang cara menggabungkan elemen-elemen ini secara efektif. 

Kita berbicara sedikit tentang bagaimana kalimat, paragraf, dan bab pertama, semuanya penting dalam sebuah novel, tetapi mari kita bicara tentang bagaimana benar-benar memanfaatkan bab pertama ini. 


Perkenalkan karakter utama kita

Perkenalkan karakter utama kita sealami mungkin, perkenalan tokoh utama ini lebih disukai jika disertai munculnya sebuah konflik besar yang akan menjadi napas novel kita. Hindari klise seperti memiliki dua karakter yang tidak disebutkan namanya, memperkenalkan diri mereka pada bab ini sangat penting. Jika kita menulis dalam sudut pandang orang pertama, pembaca harus segera mengetahui nama semua orang yang diketahui karakter POV, dan hal yang sama berlaku untuk sudut pandang orang ketiga. Untuk cerita berlatar orang ketiga, pembaca juga harus segera mengetahui nama tokoh utama. 


Perkenalkan Seting Novel Kita

Pada akhir bab pertama, pembaca sudah harus memiliki bayangan yang kuat tentang seperti apa dunia ini dan tantangan macam apa yang dihadapi orang-orang di dalamnya. Apakah ini dunia fantasi yang tinggi, atau apakah itu pesawat luar angkasa? Atau kota macam apa ini, siapa yang hidup nyaman di sini, dan siapa yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan? 

Konflik harus berakar kuat dalam seting yang kita buat, jadi menetapkan seting di bab pertama akan membantu pembaca untuk dapat merasakan kesulitan tokoh utama pada masa yang akan datang. 


Tetapkan nada 

Pada bab pertama juga jangan lupa tetapkan nada yang sesuai buat novel kita. Jika kita sedang menulis novel horor yang suram dan mengerikan, bab pertama harus menunjukkan suasana menyeramkan yang akan lebih banyak dilihat pembaca saat mereka membaca. Nada pada novel juga membantu menyempurnakan seting, dan menggabungkan keduanya akan membantu membenamkan pembaca secepat mungkin ke dalam relung terdalam novel kita. Pada akhir bab pertama buat semenggantung mungkin yang membuat pembaca penasaran akan bagaimana novel ini. 


Buka dengan konflik 

Pada bab pertama, pembaca harus diperkenalkan pada konflik besar novel kita, konflik yang akan menjadi napas novel ini di samping beberapa konflik kecil yang akan dimunculkan. Idealnya, ini terhubung ke plot yang lebih luas, dan bahkan lebih idealnya, kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan keinginan tokoh utama (apa yang diinginkan tokoh utama) dan kebutuhannya (apa yang sebenarnya dibutuhkan tokoh utama). 


Cara menulis bab pertama yang baik langkah demi langkah


Langkah 1 – Miliki garis besar yang kuat

Membuat garis besar buku sebelum kita mulai menulisnya akan membantu kita dalam sejuta cara ketika tiba saatnya untuk mulai menulis bab demi bab. Garis besar memberi tahu kita ke mana akan kita bawa novel yang kita tulis, yang membantu kita tetap pada jalurnya, dan juga memberi tahu kita harus mulai dari mana dan berakhir di mana. 


Langkah 2 – Tulis kalimat pembuka yang mengesankan untuk memikat pembaca 

Kalimat pertama yang kita tulis dalam cerita adalah kesan pertama pembaca terhadap buku yang kita tulis. Meskipun tidak harus melakukan semuanya, tapi di sini kita harus melakukan semua yang kita bisa lakukan untuk memikat pembaca. 

Curahkan perhatian yang lebih besar di sini, buka konflik menarik yang berhubungan dengan karakter utama kita, sebagai nafas keseluruhan cerita, kemudian  mulai dengan menyisipkan deskripsi yang kuat dan menggugah. Kejutkan pembaca ketika mereka mulai merayapi bagian novel kita pada halaman ini.


Langkah 3 – Akhiri bab dengan kejadian menggantung yang membuat pembaca penasaran

Di akhir bab pertama cerita yang kita tulis, buat pembaca harus memiliki banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan membaca lanjutan cerita kita. Secara garis besar, mereka seharusnya berpikir “apa yang akan terjadi?” 

Pikirkan bab pertama sebagai sebuah hentakan buat pembaca. Di sini kita sedang menyiapkan nada, tema, karakter, dan latar, dan dari semua itu buat pembaca merasakan kalau kita berjanji kepada mereka bahwa buku ini akan menarik. Akhiri bab pertama dengan sesuatu yang menjadi teka-teki atau dengan akhir bab menggantung yang membuat pembaca ingin terus bersama buku kita, penasaran menyusurinya sampai akhir.


Langkah 4 – Sempurnakan halaman pertama  yang sudah ditulis.

Baris pertama sangat penting, tetapi bukan segalanya. Seorang pembaca mungkin tidak akan menutup buku kita jika baris pertama tidak benar-benar mengejutkan mereka. Namun, bab pertama sangat penting. Jika seorang pembaca memutuskan untuk membaca bab pertama, kemungkinan besar mereka akan terus membaca. Dengan mereka membaca bab pertama buku kita, di saat itulah mereka harus terikat dengan buku kita dan dengan menyajikan bab pertama yang menghentak akan mengikat pembaca supaya lebih erat lagi menggenggam buku kita.

Saat kita selesai menulis bab pertama, poles lagi apa yang sudah kita tuliskan hingga benar-benar bersinar. Pastikan kita menuliskan prosa yang kuat. Gunakan kiat-kiat yang disertakan di sini untuk memastikan bab pertama kita unik, menarik, dan dirancang agar pembaca tetap bersemangat membaca cerita kita sampai selesai. 

Demikian beberapa trik dan kiat untuk membuat bab pertama yang kita tuliskan di platform mana pun, bisa membuat pembaca langsung jatuh hati. Semoga dengan selesai membaca artikel ini kita semua mempunyai gambaran bagaimana cerita kita nantinya.

Jika kalian merasa postingan ini mempunyai manfaat buat kalian, silahkan bagikan postingan ini di media sosial.

Posting Komentar untuk "4 Langkah ajaib Menulis Bab Pertama Novel Supaya Memikat Pembaca"