Cara Menguasai Seni Narasi, dan membuat narasi untuk novel dan buku yang harus kalian coba dalam menulis.


Sahabat Bimakai, Apakah sahabat semua ingin menguasai seni narasi, juga menjadi ahli dalam membuat narasi novel dan buku?


Dalam menulis cerita fiksi, narasi merupakan hal yang sangat penting untuk membangun banyak elemen, termasuk seting cerita, penampilan karakter, dan aksi, dan semua yang berkenaan dengan cerita yang kalian tulis.


Terlepas dari (atau mungkin karena) pentingnya, narasi yang halus adalah salah satu keterampilan tersulit yang harus dikuasai oleh seorang penulis dalam menulis genre apa pun itu.  Meskipun aku percaya bahwa narasi harus dikuasai oleh masing-masing penulis, aku berharap tips ini — yang dipelajari dengan susah payah dalam perjalananku dalam menulis — akan membuat proses kalian membuat narasi akan lebih mudah dan lebih lancar saat bebertutur.


1. Tunjukkan, Jangan Katakan


Sahabat Bimakai, dalam artikel cara menguasai seni narasi ini, yang pertama aku pikir bagi banyak orang, aturan praktis yang populer dan terkadang dikutip dimana-mana ini sulit diterapkan. 


Ada beberapa alasan mengapa lebih menarik bagi pembaca untuk ditunjukkan sebuah adegan daripada dikatakan sebuah adegan. Menunjukkan melibatkan penyediaan faktual, informasi singkat yang menghindari detail dan menyampaikan pesan yang luas. Dalam banyak kasus, ini adalah cara yang efektif untuk berkomunikasi tetapi belum tentu cara yang efektif untuk membangkitkan emosi.


Contoh Menunjukkan vs Mengatakan


Untuk lebih mudah dalam memahami tekhnik ini mari kita lihat beberapa contoh bagaimana seseorang dapat menunjukkan alih-alih mengatakan.


Mengatakan: Dia kedinginan.

Menunjukkan: Dia menggigil hebat, dengan cepat membungkus selimut di tubuhnya.


Mengatakan: Badai bertiup.

Menunjukkan: Di arah selatan, awan gelap bergeser saat guntur bergemuruh di kejauhan, semakin dekat.


2. Buang Kata-kata Yang Berlebihan


Sebelum cara menguasai seni narasi pada bagian ini, aku mempunyai tugas buat kalian semua. Buka aplikasi menulis kalian masing-masing. Mulailah menuliskan kalimat narasi pertama untuk buku kalian itu. Setelah kalian menuliskan itu semua tutup tempat kalian menulis, kemudian kalian tinggalkan untuk aktifitas yang lain.


Setelah cukup lama kalian tinggalkan, kalian ulangi membaca apa yang kalian tuliskan itu. Kalian mungkin harus membaca sekitar dua paragraf sebelum menyadari hal ini: "Ini adalah tugas paling membosankan yang pernah aku lakukan.”


Aku tidak mengatakan kalian harus memeriksa setiap kata dalam novel kalian (walaupun, jika kalian memiliki kesabaran untuk itu, itu mungkin akan membuat buku yang kalian tulis menjadi sangat bagus). Yang aku sarankan adalah kalian melakukan satu halaman sehari, dan kalian buat catatan atas novel yang kalian baca ulang itu. Kemudian pikirkan kata-katanya dan bagaimana seharusnya. 


Sebagai catatan buat  kalian “Kesederhanaan dan kehematan dalam menulis narasi tetapi mampu mengungkapkan banyak hal” adalah harta yang tak ternilai dan akan membuat tulisan kalian mudah didiingat. 


3. Gunakan Hanya Satu kalimat untuk satu hal.


Kalian mungkin harus berhati-hati dalam menggunakan kata-kata untuk membuat kalimat, tetapi kalian juga harus mencari kata-kata yang tepat dalam menceritakan apa yang ingin kalian ungkapkan dalam tulisan kalian.


Contoh:  

  1. Semua gambar dan kata-kata yang ada di dalam petunjuk sekarang terukir di ingatannya.
  2. Aku mengangkat bahu dengan gugup, malu karena telah menceritakan kebodohanku kepada orang asing.
  3. Bagian yang paling membingungkan, baginya, adalah saat Ariel mengucapkan kata-kata penuh kebencian, suaranya lelah dan sedih.
  4. Dia belum pernah melihat orang lain sejak dia datang ke pulau ini, sehingga dia merasakan kesepian dan kesedihan.


4. Utamakan Bagian Yang Terpenting


Sahabat semuanya cara menguasai seni narasi yang berikut ini, adalah Mulailah kalimat dengan subjek dan kata kerja, biarkan elemen seterusnya yang bercabang. Bahkan kalimat yang panjang bisa menjadi jelas dan kuat ketika subjek dan kata kerja membuat makna lebih awal .


Contoh: 

  1. Menghabiskan sisa uangnya untuk kuda hitam setengah baya, Ariel membawanya keluar dari kandang secepat yang dia bisa.
  2. Ariel menghabiskan sisa uangnya untuk kuda hitam setengah baya dan membawanya keluar dari kandang secepat mungkin.


Sahabat Bimakai kesimpulan dari cara menguasai seni narasi ini, jika kalian menerapkan tip ini pada naskah yang kalian tulis, maka tulisan kalian akan dapat memiliki efek langsung pada keterbacaannya, tetapi hampir tidak semua itu diperlukan untuk narasi, aku akan terus membuat catatan, dan berharap suatu hari apa yang aku tulis bisa mengilhami banyak orang.


Jika kalian merasa postingan ini mempunyai manfaat buat kalian, silahkan bagikan postingan ini di media sosial.

Posting Komentar untuk "Cara Menguasai Seni Narasi, dan membuat narasi untuk novel dan buku yang harus kalian coba dalam menulis."