Bab 1 Api Terang Di Langit




Kota Palembang malam itu terlihat sepi dikarenakan banyak penduduk yang berada di dalam rumah, sebab hujan deras sepanjang sore melanda kota itu.


Walau begitu masih banyak penduduk yang berada di luar rumah karena kesibukan pekerjaan yang mereka lakukan.


Hening di Kota Palembang dikarenakan hujan yang habis mengguyur kota itu, dalam suasana hening seperti itu tiba-tiba di langit terlihat cahaya terang benderang yang memenuhi angkasa.


Cahaya terang benderang itu memenuhi langit Kota Palembang, membuat penduduk yang masih berada di luar seperti di komando seketika mendongakkan kepala mereka ke langit.


"Cahaya apa itu, jangan-jangan ada meteor yang jatuh di kota ini," ujar Sarmin seorang penjual rokok keliling berkata kepada kawan yang duduk di sampingnya.


"Entahlah, semoga saja bukan pertanda kalau kota kita sedang diserang oleh makhluk luar angkasa, seperti yang sering di ceritakan di film," jawab kawan Sarmin cuek sembari masih memakan sisa kacang rebus yang dari tadi tergenggam di tangannya.


"Cahaya itu seperti menuju bangunan gedung yang baru di buat," ujar kawan Sarmin yang lain.


Melihat sinar itu berbagai macam teori dikeluarkan oleh warga yang sempat melihat cahaya terang di langit malam itu.


Sementara cahaya yang meluncur deras dari langit menghantam bumi, tapi tidak menimbulkan ledakan sama sekali.


Cahaya itu tepat seperti yang di bilang kawan-kawan Sarmin yakni jatuh di halaman sebuah bangunan yang akan dijadikan wisma olahraga di Kota Palembang.


Ketika menyentuh bumi cahaya itu langsung berubah menjadi seorang wanita bertubuh seksi mengenakan baju panjang berwarna merah.


Wanita yang berasal dari cahaya itu ketika menyentuh bumi terlihat celingukan karena bingung, wanita berambut hitam panjang itu menoleh berapa kali ke sekelilingnya sebelum melangkahkan kakinya menuju jalanan yang tepat berada di depan gedung tempatnya terjatuh.


"Apakah ini yang namanya bumi? Kenapa banyak sekali bangunan? Bukankah yang aku lihat dari kayangan kalau bumi di penuhi oleh pepohonan, ahh ... aku harus bertanya pada manusia yang ada di sini," gumam Wanita itu sembari menoleh ke kiri dan kanan.


Ketika wanita yang mempunyai postur tinggi semampai dengan kulit putih bersih itu berada di pinggir jalan kebetulan ada sebuah mobil lewat, langsung saja wanita itu berdiri di tengah jalan menahan laju mobil itu.


Ceekiittt!!!


Bunyi ban mobil yang beradu dengan aspal jalan terdengar jelas menandakan kalau mobil itu direm secara mendadak.


Dari dalam mobil muncul kepala wanita tomboi mengenakan pakaian kerja, begitu kepalanya keluar dari kaca mobil mulut pengemudi itu langsung berteriak.


"Woii ... kalau kamu mau mati jangan ngajak orang dong!" teriak wanita itu kesal.


Namun orang yang dimaki tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dengan santai wanita itu mendekat pengemudi mobil yang tadi berteriak.


Melihat orang yang dia maki tidak menanggapi, terlihat pengemudi mobil yang berteriak tadi semakin bertambah kesal.


"Mau apa kamu mendekat? Aku bisa pencak silat jadi jangan macam-macam!" ancam wanita itu dari dalam mobil.


Berapa kali wanita yang mengemudi mobil berusaha menghidupkan mesin mobilnya, tapi mobil yang dia kendarai sama sekali tidak mau menyala.


Sebaliknya wanita yang dia maki mendekatinya dengan santai, ketika dekat dengan santai wanita berbaju merah itu memegang bahu wanita yang berada di dalam mobil.


Melihat gerakan yang dilakukan wanita itu pengemudi mobil ingin berteriak marah, tapi anehnya tidak ada kata-kata sama sekali yang keluar dari mulutnya.


"Boleh aku ikut menumpang?" tanya wanita yang menghadang mobil tadi dengan santai.


Keanehan terjadi pada pengemudi mobil itu, wanita yang berada di balik stir mobil hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak berkata sama sekali, kemarahan yang tadi dia tunjukkan seketika lenyap tanpa bekas ketika mendengar suara wanita berbaju merah.


Ketika wanita yang menghadang mobil sudah duduk di samping sopir,  keanehan kembali terjadi, mesin mobil yang tadi tidak mau hidup, tiba-tiba hidup kembali dan melaju di aspal dengan mulus.


Pengemudi mobil merasakan ketakutan merasakan keanehan itu, apalagi sekarang di dalam mobil tercium aroma melati yang semerbak, aroma yang berasal dari badan perempuan yang duduk di sampingnya.


"Jangan-jangan wanita ini hantu penghuni gedung yang baru di bangun," batin pengemudi mobil.


"Tenang saja, aku bukan hantu," jawab Wanita yang berada di samping pengemudi, seakan tahu isi hati pengemudi.


Pengemudi hanya diam saja, dia bingung sebab wanita di sampingnya tahu apa yang dia pikirkan.


"Siapa nama kamu?" pertanyaan itu yang hanya bisa keluar dari mulut pengemudi.


"Alena, kamu bernama Amor, bukan?" tanya wanita berbaju merah yang ternyata bernama Alena itu.


"Darimana kamu tahu namaku?" tanya Amor bingung.


Alena hanya tersenyum, senyuman itu seketika membuat Amor menjadi merinding, dengan keras Amor menginjak gas mobilnya,  keinginannya hanya satu cepat sampai di rumah.


"Jangan terlalu ngebut, di depan ada kecelakaan," ujar Alena tiba-tiba berkata lagi.


"Darimana kamu tahu, apakah kamu paranormal?" tanya Amor bingung.


"Aku lebih dari itu," jawab Alena santai.


"Lebih dari itu, jadi kamu siapa?" tanya Amor lagi semakin bingung.


"Aku tidak seperti yang kamu bayangkan, nanti akan aku jelaskan, sebaliknya kamu fokus dulu mengendarai mobil," jawab Alena santai, sembari menyeringai senyum.


Jawaban Alena membuat Amor menjadi kesal, tapi anehnya kali ini dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata kasar, mengumpat dalam hati dia juga merasa takut.


"Kamu mau kemana?" tanya Amor lagi memecah keheningan.


"Nggak tahu, aku nggak punya tujuan," jawab Alena lagi tanpa ekspresi.


Melihat wanita di sampingnya sangat santai, Amor hanya diam saja walaupun banyak pertanyaan di dalam hatinya, tapi sengaja dia pendam.


Sampai di perempatan Charitas terlihat di jalanan sangat ramai orang berkerumun, Amor melambatkan laju mobilnya. Kepalanya dikeluarkan untuk bertanya pada orang yang ada di sana.


"Ada apa pak?" tanya Amor kepada seorang bapak-bapak yang terlihat sibuk mengatur lalu lintas.


"Ada kecelakaan beruntun, Neng," jawab Bapak itu kalem.


"Apa kecelakaan?" tanya Amor tak percaya, sambil melirik Alena.


"Iya, Neng. Sebuah mobil menabrak bis kota, disusul mobil lain di belakangnya," jawab bapak itu lagi.


Amor yang bingung sebab perkataan Alena terbukti, spontan langsung menoleh kepada Alena yang duduk di sampingnya, Alena yang tahu kalau sedang dilihat hanya tersenyum tipis.


"Sebenarnya kamu siapa?" tanya Amor dengan rasa penasaran.


"Akan sangat sulit dijelaskan, karena aku berasal dari tempat yang tidak dikenal dalam dunia kamu sekarang," jawab Alena santai.


"Walaupun begitu kamu bisa menjelaskannya kepadaku, biar aku bisa memahaminya, dan bagaimana kamu tahu kalau akan terjadi kecelakaan?" tanya Amor mencecar Alena.


"Baiklah aku akan menjelaskannya satu per satu, yang pertama aku bukan orang yang di buang laki-laki seperti yang ada di dalam pikiran kamu, yang kedua aku merupakan bidadari yang dihukum dari kayangan ke dunia ini karena kesalahanku, sementara yang ketiga itu merupakan kekuatanku yang bisa melihat sesuatu yang akan terjadi," jelas Alena, dengan tatapan mata bening yang ditujukan pada Amor.


Mendengar jawaban Alena membuat Amor menjadi tambah bingung, mengenai yang lain dia bisa memahaminya, tapi mengenai tempat wanita di sampingnya berasal dia merasa kalau itu mengada-ngada, membuat Amor curiga kalau Alena yang duduk di sampingnya sedikit mengalami gangguan jiwa.


"Bidadari kayangan, maksud kamu bagaimana?" tanya Amor lagi penasaran.


"Iya, kayangan seperti yang digambarkan dalam dongeng di negeri kamu ini, tapi kayangan  yang sebenarnya di luar nalar kalian, kalian menganggap itu dongen, tapi kenyataannya kayangan memang ada dan itu menjadi tempat tinggalku selama ini," jelas Alena panjang lebar, berusaha meyakinkan Amor.


Mendengar penjelasan Alena membuat Amor semakin bingung dan pusing, sebab apa yang di katakan wanita di sampingnya itu sama sekali tidak masuk dalam akal pikirannya.


"Apakah kamu bidadari seperti dalam dongeng Jaka Tarub?" tanya Amor lagi sekenanya.


"Mungkin, memang akan sangat sulit mencerna mengenai kisahku, sama seperti kamu yang sulit mencerna kehadiran dua laki-laki yang mencintai kamu, tapi aku sarankan kamu harus berhati-hati terhadap salah satunya," jawab Alena menatap tajam Amor.


"Dari mana kamu tahu mengenai kedua laki-laki itu?" tanya Amor yang semakin bingung.


"Aku bisa melihat semua yang ada di dalam benak kamu, termasuk kebiasaan kamu," jawab Alena yang membuat mulut Amor hanya ternganga saja.


"Baiklah karena kamu tidak punya tujuan, sementara ini kamu bisa menginap di rumahku, nanti kamu bisa jelaskan semuanya di rumah," jawab Amor, sambil memacu mobil yang dikendarainya menuju perumahan tempat dia tinggal.


Sepanjang jalan Amor tidak mengatakan apa pun lagi, wanita itu hanya membiarkan Alena yang menatap ke luar mobil.


######


Next Bab 2

Bab 2

Follow IG: Bima Kai

Posting Komentar untuk "Bab 1 Api Terang Di Langit"